Showing posts with label lainnya. Show all posts
Showing posts with label lainnya. Show all posts

Thursday, July 07, 2016

A gulp of salvation

So here I am…
Entrapped in the storm deep inside
Pray with the last voice of this weary heart
To have a swift chance to see your light
Yet, the unforgiving reality shows me no mercy

Agony rushes to my vein
Noticing that I might lose that chance
Deserted on this solitude isle of misery, again
Right after reviving a faith when up before you I stand
You, O dear friend, give me a reason to ascent
After seeing my self stumbles upon the pool of grievance
Neglected, abandoned, hopeless, and hardly breathing

Keepsake of the past clearly flaunted from your lovely eyes
A bruise that somehow I can feel in my shattered heart
Rings a bell for this spirit to do everything for a healing
This reality, however, cling my feet to the ground
I can’t be there yet, I know, but please know that I’m dying for
Kindly bestow me time and I’ll rush to mend that ruptured heart
And share stories, journeys, and mysteries of the starry ‘B-six twelve’.

***

I thought that I will never be able to write that kind of poem again, after I lose that power since loosing my first love. But after all that happened to me, now I know that somehow I can do it again.

Well, this story with her did not end as I expected, because the feeling turned out to be one-sided. But at least, I found a good conclusion: after all that happened to me, I don't lose hope in love, I can fall in love again, rationally. I know how to love properly, to be romantic, but at the same time to know when to stop.

So, in accordance to my best lesson of my failure in marriage: never look back; then... I decided to go on.. My journey is still long... Well.. I know that she's flattered for the poem, and proudly putting that in her instagram. Making someone happy, and proud, is not low, right? :)


Monday, January 14, 2013

Ikhwanul Muslimin Apa Ikhwan Wahabbi?


Ikhwanul Muslimin berdiri di kota Ismailiyah, Mesir pada Maret 1928 oleh Hassan al-Banna, bersama keenam tokoh lainnya, yaitu Hafiz Abdul Hamid, Ahmad al-Khusairi, Fuad Ibrahim, Abdurrahman Hasbullah, Ismail Izz dan Zaki al-Maghribi.

Pada awalnya, organisasi ini merupakan gerakan dakwah yang berlandaskan ajaran Islam. Ia merupakan salah satu jamaah dari beberapa jamaah pada umat Islam, yang memandang Islam adalah agama universal dan menyeluruh, bukan hanya sekedar agama yang mengurusi ibadah ritual (salat, puasa, haji, zakat, dll) saja.

Tujuan Ikhwanul Muslimin mewujudkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa  Islami, pemerintahan  Islami, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas,  membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapat kedamaian.

Ikhwanul Muslimin menolak segala bentuk penjajahan dan monarki yang pro-Barat. Dalam perpolitikan, mereka ikut serta dalam proses demokrasi sebagai sarana perjuangannya, sebagaimana kelompok lain yang mengakui demokrasi. Contoh utamanya adalah Ikhwanul Muslimin di Mesir yang memiliki partai.

Pada 24 September1930, Anggaran Dasar Ikhwanul Muslimin disahkan dalam Rapat Umum Ikhwanul Muslimin. Pada 1932, struktur administrasi Ikhwanul Muslimin disusun dan pada tahun itu pula, Ikhwanul Muslimin membuka cabang di Suez, Abu Soweir dan al-Mahmoudiya.

Pada 1933, Ikhwanul Muslimin menerbitkan majalah mingguan yang dipimpin oleh Muhibuddin Khatib. Kemudian pada 1934, Ikhwanul Muslimin membentuk divisi Persaudaraan Muslimah, ditujukan bagi wanita yang ingin bergabung. Walaupun begitu, pada 1941 gerakan Ikhwanul Muslimin masih beranggotakan 100 orang, hasil seleksi dari Hassan al-Banna.

Pada tahun 1948, Ikhwanul Muslimin turut serta dalam perang melawan Israel di Palestina. Saat organisasi ini sedang berkembang pesat, Ikhwanul Muslimin justru dibekukan oleh Muhammad Fahmi Naqrasyi, Perdana Menteri Mesir.

Berita penculikan Naqrasyi di media massa tak lama setelah pembekuan Ikhwanul Muslimin membuat semua orang curiga pada gerakan Ikhwanul Muslimin. Lalu secara misterius, pendiri Ikhwanul Muslimin, Hassan al-Banna dibunuh pada 12 Februari 1949.

Kemudian pada 1950, pemerintah Mesir merehabilitasi Ikhwanul Muslimin. Pada saat itu, parlemen Mesir dipimpin Mustafa an-Nuhas Pasha. Parlemen Mesir menganggap bahwa pembekuan Ikhwanul Muslimin tidak sah dan inkonstitusional. Pada saat itu, Ikhwanul Muslimin dipimpin oleh Hasan al-Hudhaibi.

Kemudian, pada 23 Juli 1952, Mesir di bawah pimpinan Muhammad Najib mengajak Ikhwanul Muslimin menggulingkan kekuasaan monarki Raja Faruk pada Revolusi Juli. Tapi, Ikhwanul Muslimin menolak rencana ini karena tujuan Revolusi Juli adalah untuk membentuk Republik Mesir yang dikuasai militer.

Karena hal ini, Jamal Abdul Nasir menganggap gerakan Ikhwanul Muslimin menolak mandat revolusi. Sejak saat itu, Ikhwanul Muslimin kembali dibenci pemerintah. Ketika Anwar Sadat berkuasa, anggota Ikhwanul Muslimin yang dipenjara mulai dilepaskan.

Menggantikan Hudhaibi yang meninggal pada 1973, Umar Tilmisani memimpin Ikhwanul Muslimin. Umar Tilmisani menempuh jalan moderat dengan tidak bermusuhan dengan penguasa. Rezim Hosni Mubarak saat itu juga menekan Ikhwanul Muslimin, yang diberi kesempatan menduduki posisi sebagai oposisi di Parlemen.

Menolak Al-Qaeda
Di berbagai media khususnya media negara-negara Barat, Ikhwanul Muslimin sering dikaitkan dengan Al-Qaeda. Padahal faktanya, Ikhwanul Muslimin berbeda jauh dari Al-Qaeda. Ideologi, sarana, dan aksi yang dilakukan Al-Qaeda secara tegas ditolak oleh pimpinan Ikhwanul Muslimin.

Ikhwanul Muslimin lebih mendukung ide perubahan dan reformasi melalui jalan damai  dan dialog konstruktif bersandarkan pada al-hujjah (alasan), al-mantiq (logika), al-bayyinah (jelas), dan ad-dalil (dalil).

Kekerasan bukan jalan perjuangan Ikhwanul Muslimin, kecuali jika negara tempat Ikhwanul Muslimin berada, terancam penjajahan dari bangsa lain. Inipun dalam konteks perlawanan, bukan radikalisme atau kekerasan sebagaimana yang dilakukan kelompok teroris.

Sebagai contoh, Hamas merupakan perpanjangan tangan Ikhwanul Muslimin di Palestina. Syekh Ahmad Yassin pendiri Hamas adalah tokoh Ikhwanul Muslimin.

Hamas dan Ikhwanul Muslimin mengutuk segala bentuk kriminalitas terorisme di seluruh belahan bumi di dunia Arab dan Islam, sebagaimana di belahan negara lainnya di dunia, seperti di New York dan Washington DC pada 11 September 2001.

Organisasi ini juga mengecam anarkisme di Riyadh, Bali, Madrid dan lainnya Dengan tegas mereka menilai tindakan-tindakan kriminalitas seperti itu sama sekali tidak didukung oleh Syariat, Agama, dan Undang-undang manapun.

Namun di media, Ikhwanul Muslimin sering dikait-kaitkan dengan gerakan Wahabi yang menjadi ideologi teroris salafi-radikal seperti Al-Qaeda. Pada faktanya, organisasi ini berbeda dari Wahabi, meski kebetulan memiliki nama sama.

Ya, dalam sejarah salafi-Wahabi di Arab Saudi, mereka pernah memiliki pasukan tempur bernama Al-Ikhwan, sama persis dengan Al-Ikhwan di Mesir.

Seorang penulis bernama Robert Lacey dalam catatan kaki bukunya yang berjudul "Kerajaan Pertrodolar Saudi Arabia" di halaman 180 sudah mewanti-wanti bahwa kelompok Al-Ikhwan dari Najd ini tidak ada kaitannya dan tak boleh dicampuradukkan dengan Al-Ikhwan Al-Muslimun yang dibentuk di Mesir pada 1930-an dan masih aktif sampai saat ini.

Secara pemikiran pun antara Ikhwanul Muslimin dengan Wahabi saling bertolak belakang. Ikhwanul Muslimin masuk ke dalam wilayah politik dalam perjuangannya (bahkan membentuk partai politik), sedangkan Wahabi sebaliknya, yaitu antipati terhadap partai politik.***

Monday, December 03, 2012

Menakar Prospek Gencatan Senjata Israel-Palestina


Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan dalam konferensi pers di Kairo, Mesir dihadiri Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Menteri Luar Negeri Mesir Mohamed Kamel Amr pada Kamis (22/11) pukul 02.00 dini hari.

Menteri Luar Negeri Mesir Mohamed Kamel Amr pada Rabu malam menyatakan telah dicapai gencatan senjata di Jalur Gaza mulai pukul 21.00 waktu Kairo, atau Kamis dini hari pukul 02.00 WIB.

Meshaal berterima kasih kepada Mesir atas perannya, dan kepada Iran atas bantuan dan dukungan terhadpa gerakan perjuangan Palestina di Gaza.

Sesuai kesepakatan gencatan senjata tersebut, Israel harus "menghentikan semua kekejaman di darat, laut dan udara termasuk serbuan dan menargetkan individu-individu".

Dalam perjanjian itu juga disebutkan, Israel akan mengizinkan masuknya barang-barang ke Gaza, yang telah diblokade Israel sejak 2007. Dengan kesepakatan itu, berarti semua perlintasan ke Gaza akan dibuka.
Di sisi lain, faksi-faksi Palestina juga harus menghentikan "serangan-serangan roket dan semua serangan di sepanjang perbatasan".

Menlu Amr mengumumkan gencatan senjata itu dalam konferensi pers bersama Menlu AS Hillary Clinton, setelah bertemu dengan Presiden Mesir Mohamed Moursi. Gencatan senjata dicapai setelah delapan hari pertempuran antara Israel dan pejuang Hamas yang menguasai Jalur Gaza.

Agresi militer Israel ke Jalur Gaza yang berlangsung sejak Rabu pekan lalu menewaskan lebih dari 130 warga Palestina dan tiga warga Yahudi.

Menlu Hillary tiba di Kairo pada Rabu dari Ramallah, Tepi Barat, setelah bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menyusul pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv.

Menyusul kesepakatan gencatan senjata dalam konflik Gaza pada Kamis (22/11) dini hari, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendapat pujian dari Presiden AS Barack Obama. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Gedung Putih.

Pernyataan Gedung Putih tersebut mengatakan Obama telah berbicara dengan Netanyahu melalui telepon dan meyakinkan dirinya bahwa tidak ada negara yang diperkirakan menoleransi serangan roket terhadap penduduk sipil.

Obama menyambut baik kemauan Netanyahu untuk bekerja sama dengan upaya Mesir guna mengatur gencatan senjata dalam konflik di mana Hamas menembakkan roket ke Israel dan jet, kapal serta artileri Israel menghantam sasaran di Gaza.

Dia juga mengatakan Amerika Serikat akan menggunakan kesempatan yang ditawarkan sebuah gencatan senjata dengan mengintensifkan upaya membantu Israel mengatasi kebutuhan keamanannya, terutama isu penyelundupan senjata dan amunisi ke Gaza.

Demikian juga dengan tambahan dana untuk membangun kubah besi (Iron Dome) dan program pertahanan rudal AS-Israel lain.

PBB Bertele-Tele
Dewan Keamanan PBB sudah mengadakan rapat darurat pada Rabu lalu untuk mendiskusikan serangan Israel terhadap Gaza. Namun rapat tersebut tidak menghasilkan langkah nyata.

Rusia juga mengatakan bahwa bahwa anggota Dewan Keamanan yang lain dengan sengaja membuat pembicaraan mengenai konflik berlarut-larut. Utusan Rusia untuk PBB mengatakan negaranya akan mengusulkan resolusi  lebih kuat dibandingkan dengan pernyataan resmi, jika anggota Dewan Keamanan tidak mencapai kesepakatan.

"Salah satu anggota Dewan Kemanan, anda tahu siapa (Amerika Serikat-red), mengindikasikan akan menolak semua usulan dari negara anggota lain," kata Churkin yang tidak bersedia menyebut Amerika Serikat secara langsung.

Tindakan anggota itu, lanjutnya, dapat merusak semua upaya perdamaian yang sedang dilakukan Mesir dan Timur-Tengah. Resolusi akan lolos jika mendapat persetujuan dari setidaknya sembilan anggota dan tidak ada veto dari lima anggota tetap, yaitu China, Inggris, Amerika Serikat, Prancis, dan Rusia.

Lebih jauh lagi, di balik gencatan senjata tersebut ada isu penting lain yang terabaikan. UN Relief and Works Agency for Palestinian Refugees in the Near East (UNRWA) melaporkan pengungsi Palestina kini jumlahnya mencapai 5 juta orang, mengacu pada warga Palestina yang terusir ke West Bank, Gaza, Jordan, Lebanon, dan Syria.

Definisi ‘pengungsi Palestina’ itu menjadi bahan perdebatan karena memasukkan anak-cucu para pengungsi yang telah tinggal di negara-negara penampung para pengungsi tersebut. Para pengungsi itu terusir sejak 1 Juni 1946 hingga 15 Mei 1948.

Namun, keputusan itu ditentang oleh AS yang membatasi dana bantuan kepada UNRWA melalui Kirk Amendment yang disahkan pada 24 Mei tahun ini. Amandemen yang diajukan oleh senator Republikan dari llinois Mark Kirk, yang kemudian disebut-sebut memangkas jumlah pengungsi Palestina menjadi hanya 30.000 orang.

Padahal, selama ini AS menyumbang UNRWA US$250 juta per tahun. Jika angka itu diturunkan, maka bantuan kemanusiaan AS pun akan turun. Ini jelas tidak adil mengingat, AS mengucurkan bantuan militer ke Israel senilai US$8,5 juta per hari atau US$3 miliar per tahun (dan nol untuk Palestina).

Selain itu, jika anak-cucu pengungsi tersebut tidak diakui statusnya, maka hak untuk kembali ke kampung halaman bapak-ibunya atau kakek-neneknya tidak akan mereka miliki, dan mereka tidak bisa kembali lagi. Artinya, mereka akan menjadi pengungsi abadi, karena tidak akan pernah bisa kembali ke kampung halamannya.

Liga Arab Tempe
Di pertemuan Beirut pada 28 Maret 2002, Liga Arab mengadopsi Arab Peace Initiative, yang didorong Arab Saudi. Di situ, mereka menawarkan normalisasi hubungan dengan Israel, asalkan negara zionis itu menarik diri dari semua wilayah pendudukan, termasuk dataran tinggi Golan, dan mengakui kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, serta solusi yang adil bagi pengungsi.

Namun, sampai sekarang proposal itu menjadi angin lalu. Bahkan, dalam krisis Palestina-Israel yang berjudul Pillar of Defense itu menilai respon Liga Arab terlalu lambat. Ketika Israel melancarkan serangan pada Rabu (7/11), Liga Arab baru memutuskan menggelar ‘rapat darurat’ di Kairo pada Minggu dan mengunjungi Gaza pada Selasa lalu (20/11).

Rapat darurat pada Minggu itu hanya berujung pada kutukan resmi atas serangan israel, tapi tidak ada respon kongkrit lainnya. Semuanya hanya berbicara soal gencatan senjata, perdamaian, bantuan kemanusiaan, tapi tidak ada sama sekali soal bantuan militer.

Ini sangat ironis mengingat Liga Arab telah melakukan 36 pertemuan besar selama lebih dari 50 tahun terakhir, tetapi tidak pernah juga terwujud perdamaian dan tidak pernah ada negara Palestina merdeka.

Seharusnya, Liga Arab memperkuat konsolidasi di antara mereka sendiri, dengan mengesampingkan perbedaan mazhab. Tanpa persatuan, maka Arab hanya menjadi pasir yang tidak berguna apapun untuk membantu menyelesaikan penjajahan atas Palestina.

Arogansi AS
Amerika Serikat pada Selasa (20/11) memblokir pernyataan Dewan Keamanan PBB mengenai konflik Jalur Gaza, mengatakan itu sebagai “kontra-produktif” di tengah upaya intensif untuk mencapai gencatan senjata.
Rusia mengatakan pihaknya akan mendorong adanya resolusi dewan penuh untuk menyerukan diakhirinya permusuhan jika pernyataan usulan Arab diblokir.

Amerika Serikat mengirim surat kepada dewan lain hanya beberapa saat sebelum batas waktu Selasa untuk menyetujui pernyataan itu, dan menilainya “gagal mengatasi akar penyebab” pertempuran Israel dan penguasa Gaza Hamas.

Surat AS itu menyebut pernyataan tersebut “kontra-produktif” dan menambahkan bahwa pernyataan itu “gagal untuk berkontribusi diplomasi”.

Karena tindakan tersebut, Rusia menuduh Amerika Serikat menghalangi langkah Dewan Keamanan PBB menghentikan kekerasan yang semakin meluas antara Israel dan Palestina di jalur Gaza.

Sikap AS ini jelas tidak akan berubah karena Israel adalah sekutu utama mereka di Timur Tengah. Dunia berharap AS menghentikan standar ganda ini, dengan bersikap lebih adil. Jika tidak, maka konflik akan terus berlarut.

Mesir dan Indonesia
Gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir telah lama mengklaim mendukung Palestina. Kini mereka membuktikan posisinya itu dengan menuju gencatan senjata, yang menurut  Haaretz berujung pada dipenuhinya tuntutan Palestina yang jauh lebih penting dari tuntutan mereka selama perang Castlead 4 tahun silam.

Mesir seharusnya membuka gerbang Rafah secara permanen, agar tidak memperberat penderitaan warga Palestina untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Demikian juga dengan tetap memperkuat keamanan di perbatasan tersebut, agar tidak terulang serangan dari Jihadis Salafi yang bisa memperkeruh suasana perdamaian.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia hanya bisa mengutuk serangan Israel ke Jalur Gaza setelah serangan 5 hari berturut-turut, dan menyerukan berbagai pihak untuk menghentikan tindakan brutal dan tidak berprikemanusiaan Israel tersebut pada warga sipil Palestina.

Situasi konflik di Gaza seharusnya bisa dijadikan momentum oleh pemerintah Indonesia untuk memperkuat persatuan umat Islam di Tanah Air, antara sunni dan syiah, agar tidak terulang tragedi pembantaian warga Syiah oleh warga Sunni di Sampang.

Perdamaian di Gaza ini memberi pelajaran bahwa Hamas yang notabene Sunni menerima bantuan teknologi pengembangan rudal Fajr-5 dari Iran yang merupakan negara Syiah, meski keduanya berbeda mazhab. Persatuan yang berujung pada meningkatnya kemampuan tempur Palestina terbukti membuat Israel bersedia menghentikan serangan dan menandatangani gencatan senjata.***

Friday, April 10, 2009

Ternyata tak cuma mereka yang otaknya di dengkul

Terkadang, saya mendengar selentingan tak bertanggung jawab di sekitar saya yang menyatakan; “politisi itu hanya punya kepentingan, dan otaknya di dengkul.”

Saya sebut ‘tak bertanggung jawab’ karena ungkapan bermodus generalisasi itu sungguh merendahkan realitas, ketika masih ada (jika tak mau dibilang ‘masih banyak’) politisi berhati nurani dan berkonsisten mencapai visi mereka.

Mau disebut satu persatu? Oke, inilah beberapa di antaranya; Winston Churcill, Soekarno, Hatta, Syahrir, Mahmoud Abbas, Ghandi, dll.

Namun malam itu, akal budi saya terusik ketika dalam tayangan sebuah TV lokal, seorang wanita bernama Yenny yang mengaku aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) mengajukan usulan pada Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Usulannya sangat sepele. Tapi sungguh mengandung kekerasan diskursif yang sangat memerihkan, dan sangat politis (tentu saja).

Pada intinya, dia bilang “Setelah partai Demokrat menang, saya minta anda untuk tetap mendukung keberpihakan pada perempuan, caranya dengan tidak menggandeng cawapres ataupun parpol yang mendukung maupun melakukan poligami. Poligami itu menunjukkan ketidakberpihakan mereka pada perempuan.”

Hehehe..

Pertama, saya perlu pertegas bahwa saya bukan pendukung poligami dan saya sampai titik ini tak meminati poligami. Dalam teks kitab suci yang saya pahami, TAK ada sekalipun ayat yang menyebutkan bahwa poligami adalah kewajiban maupun prasyarat ketakwaan seorang pria muslim.

Dalam sunnah nabi pun, beliau lebih condong mencontohkan sunnah kehidupan bermonogami yakni 25 tahun pernikahan dengan khadijah, dan hanya 10 tahun pernikahan poligami (setelah wafatnya khadijah).

(Disclaimer tersebut saya bikin agar mereka yang berpikiran picik tidak terjebak falasi argumentum ad hominem ketika membaca atau merespon tulisan ini.)

Kedua, sedari saya mengikuti kursus basic training kepemimpinan semasa SMA dulu, tak pernah sekalipun saya menemukan klausul ‘poligami’ sebagai salah satu kriteria pemimpin or politisi yang buruk.

Adakah Sukarno merupakan pemimpin buruk dan (mengikuti logika Yenny) tidak memiliki keberpihakan kepada perempuan hanya karena doi berpoligami? Tidak. Doi terbukti mampu bertahan 20 TAHUN, menyatukan negeri ini di tengah badai revolusi dan serangan makar dalam maupun luar negeri.

Itu dari sisi kesuksesan kepemimpinan. Bagaimana dengan sisi keberpihakan pada perempuan??

Well, setahu saya, Soekarno lah pemrakarsa terbentuknya Perwanas, sayap perempuan PNI yang memiliki akses sama di bidang pendidikan politik. Doi mengangkat kader perempuan setara dengan pria, macam S.K. Trimurti sebagai Menteri Perburuhan, Artati Marzuki sebagai Menteri Pendidikan, atau Laily Rusyid sebagai Dubes Belgia.

Satu contoh ini kiranya menunjukkan kedangkalan Yenny dan para aktivis yang menuduh pelaku poligami (dan parpol pendukung poligami) sebagai pihak yang tak berpihak pada perempuan.

***

Setahu saya, poligami merupakan sebuah pilihan kehidupan pribadi, sama seperti pilihan BERCERAI. Di tengah sistem kehidupan patriarkis, kedua pilihan itu sama-sama berpotensi besar merugikan pihak perempuan.

Namun yang jelas, keduanya tak memiliki relevansi apapun dengan kemampuan seseorang memimpin organisasi (negara) dan sama sekali tak merepresentasikan berpihak-tidaknya mereka pada nasib kaum hawa.

Jika yenny dan aktivis perempuan di Solidaritas Perempuan Indonesia (SPI) demikian konsisten mengikuti alur logika yang mereka bangun, maka cerai pun seharusnya dimasukkan dalam daftar parpol dan politisi cela.

Dan, celakalah Prabowo Subianto karena partainya akan dituding tidak berpihak pada perempuan karena doi bercerai dengan Titiek Suharto.

Saya jadi teringat celoteh di masa kecil dengan ibu saya tentang keadilan manusia dan kebun binatang. Saya sering tidak tega melihat ikan yang (di mata saya) terjebak di akuarium, atau hewan-hewan di kebun binatang yang tak bebas menikmati hidup.

“Ibu, kenapa manusia demikian kejam mengurung ikan dan hewan di kebun binatang?” tanya saya ketika itu.

Seingat saya, Ibu kebingungan menjawab. Dan beberapa tahun setelah dewasa, saya menemukan jawabannya; “Apa yang terlihat buruk di mata kita, belum tentu sedemikian buruk dalam kenyataannya. Dalam kasus tertentu, kebun binatang justru menjadi solusi penangkaran, perlindungan hewan langka, dll.”

Yang terpenting, manusia tidak bisa serta-merta dituduh kejam hanya karena membangun kebun binatang, lengkap dengan penangkaran dan biaya tahunan untuk membiayai makan binatang tersebut.

Mungkin ada kasus-kasus kekejaman di sebagian kebun binatang. Namun, sekali lagi, adalah sebuah kekerasan diskursif ketika menggeneralisasi sebagian fakta itu untuk memelintir realitas dengan mengatakan: kebun binatang itu kejam dan manusia adalah mahluk yang tak berpihak pada satwa hanya karena membangun kebun binatang.

Bagi saya, poligami dan perceraian itu sama seperti pisau. Pisau bisa menjadi alat pembunuh jika digunakan semena-mena oleh oknum yang menggunakannya. Namun akan lebih semena-mena jika menganggap semua orang yang memakai pisau sebagai pembunuh.

Lontaran beberapa aktivis macam Yenny membuat saya belajar bahwa; tidak hanya politisi yang otaknya ada di dengkul.***

Sunday, September 07, 2008

trilogi fana

Aku mencari Tuhan
dan menemukanmu
Jalan mana lagi
yang harus kutempuh

Aku serupa tanah
Dalam pekat bergeming
Larut menyatu
gelombang pusaran

Lalu..
Berhembus angin
dalam laku sunyi
Merupa kasat mata…
Sejenak terjaga akan fana
cinta dan air mata
Rindu kusimpan lain kali

Lalu…
Berkecipak air
dalam raut wajahmu
Riak-riak kecil dalam diam
Kususuri saja sungainya
Karena yang kucari
jalan surga

Jejaka…
Tiga masa berkali tiga
Hidupmu hampir secangkir penuh

Lalu..
Rekamlah fanamu ku nya
Mereka..
Dalam kertas, goresan tinta
Pahatlah jantungku
Hingga waktu kita nanti
terulang kembali
Kita bisa saling mengenali

***

my best birthday gift, given by a woman who knows me, loves me, and whom I love. thanks,

honey
...

Thursday, July 10, 2008

i surrender


A million suns're glowing in the night
Everything is quiet
Except for all the voices in my head
that say Your name
Tonight I'm letting go
about to give in

I surrender myself into The Arms
of A Beautiful Stranger
I surrender myself to You - to You
I surrender myself into The Arms
of A Beautiful Stranger
I surrender myself to You - to You

There's only one bridge left for me
My heart is almost free
Beautiful by my side
but all I think about is You
And tonight I'm letting go
about to give in

I surrender myself into The Arms
of A Beautiful Stranger
I surrender myself to You - to You
I surrender myself into The Arms
of A Beautiful Stranger
I surrender myself to You - to You

Who really loves me
You really love me,
My Beautiful Stranger
You really love me like I love You

Lyric by Saybia

***

i found him praying alone, so solid, peaceful,
humble. he built no demarcation fence nor run
from the world around just to get close to Him.
he's still a human being, with a divine soul
inside..

he's a moslem <-- aslama = submission/ surrender.

Tuesday, March 25, 2008

JIL mendompleng ketenaran cak nur

Pada 15 Maret 2008 ini, Yayasan Paramadina merayakan “peringatan 1000 hari wafatnya Nurcholish Madjid”. Meski sudah wafat, sosok Cak Nur masih tetap menuai kritik. Salah satu kritik paling mutakhir adalah anggapan bahwa pikiran-pikiran Cak Nur terwariskan ke Jaringan Islam Liberal (JIL). Singkatnya, Cak Nur adalah JIL.

Memang antara Cak Nur dan JIL sering dianggap sama-sama liberal. Asumsi ini tampaknya cukup beralasan karena Cak Nur sendiri di tahun 70-an pernah mengusung gagasan sekularisasi dan liberalisasi. Di sini antara Cak Nur dan JIL seolah terjadi titik-temu secara intelektual.

Apalagi, JIL juga mengakui bahwa gagasan-gagasannya terinspirasi oleh Cak Nur. Maka pencitraan Cak Nur sebagai JIL tak terhindarkan. Padahal gagasan liberalisasi Cak Nur sama sekali tak pernah meragukan dan mempertanyakan keotentikan Al-Quran. Di JIL justru sebaliknya.

Gagasan Cak Nur dan JIL jelas berbeda secara ide. Pada Cak Nur, gagasan pembaruan Islam lebih ditulis dan diartikulasikan secara akademis. Buku Islam, Doktrin dan Peradaban, menjadi bukti. Karena itu, secara paradigmatik gagasan Cak Nur lebih sistematis.

Dibandingkan dengan JIL, metode yang Cak Nur tawarkan lebih jelas, yaitu, “memelihara yang lama yang baik dan mencari yang baru yang lebih baik”. Dalam hal menafsirkan Al-Quran, Cak Nur mengadopsi metode double movement, dari situasi sekarang ke situasi turunnya wahyu, lalu kembali lagi ke masa kini untuk menggali relevansi ajaran agama.

Sebaliknya, di JIL gagasan dan sistematisasi ide semacam itu tidak tampak. Gagasan-gagasan JIL baru sebatas percikan ide spontanitas yang tercecer di surat-surat kabar dan milis-milis. Artikulasi pemikirannya belum terstruktur secara konseptual dan akademis. Karena itu, gagasan-gagasan JIL secara epistemologis masih rapuh. JIL sampai kini belum punya metodologi yang jelas dalam menafsirkan Islam.

Sejalan dengan itu tema-tema pembaruannya juga bisa dikontraskan, bahwa JIL tidak mewarisi Cak Nur. Cak Nur sangat kuat dalam penjelajahan intelektual pada tradisi Islam klasik untuk merespons tantangan modernitas dan kegalauan umat Islam di dunia modern. Dia sangat fasih berbicara mengenai pemikiran-pemikiran Islam klasik dan abad modern. Buku Khazanah Intelektual Islam yang ia sunting dan terjemahkan adalah bukti.

Bahkan, Cak Nur sangat fasih mengutip dan menafsirkan ayat-ayat Al-Quran. Ia ingin menjadi sosok pious thinker—pemikir yang saleh. Dan rupanya, kesalehan tersebut menjadi semacam ikon Cak Nur, baik dalam kehidupan intelektual, spiritual maupun ritual sehari-hari.

Sementara itu, di tubuh JIL kesalehan tersebut tidak menjadi kebanggaan ketika mengumandangkan gagasan-gagasan pembaruan. Di JIL benar-benar ingin sekuler. Dan, kelihatannya mereka bangga jika tercerabut dari piety atau tradisi. Mereka tidak begitu “apresiatif” terhadap tradisi Islam klasik.

Artinya, JIL benar-benar menjadi sekuler secara sempurna. Mereka ingin membangun formasi sosial-kultural baru yang sungguh-sungguh anti agama, jauh dari nilai-nilai spiritual. Maka, bisa dipahami bila JIL cenderung “anti masjid” dan sinis melihat aktivitas ritual ibadah praktis.

Tradisi pembaruan Cak Nur berangkat dari spirit pencerahan Amerika. Dalam spirit pencerahan Amerika, apresiasi agama sangat tinggi untuk sekularisasi. Agama tidak pernah dipandang sebagai musuh pencerahan dan sekularisme.

Sebaliknya, di JIL agama—khususnya Islam—selalu dimusuhi dan dikritik di luar dosis. Di JIL, semangat pencerahan tampaknya lebih datang dari Eropa yang memang sangat hostile terhadap agama. Meminjam istilah Alfred Stepan, spirit di Eropa ingin freedom state from religion; sementara spirit Amerika ingin freedom religion from state.

Dalam debat mutakhir, Cak Nur menjadi pemikir yang sadar menjadikan scripture Islam dan tradisi sebagai bagian dari public reasoning. Dan JIL tampaknya tidak demikian. Pada Cak Nur, penalaran publik itu murni dimotivasi oleh spirit agama. Warisan pemikiran Tocqueville dan Robert N. Bellah sangat kuat pada pembentukan mind set dan paradigma Cak Nur. Jadi, kuat sekali bahwa toleransi dan pluralisme Cak Nur selalu berangkat dari sandaran agama.

Secara teknis, Cak Nur sangat santun dalam artikulasi pemikiran dan tulisan-tulisannya. Sebaliknya, di JIL tidak ditemukan sikap semacam itu. Cak Nur berhasil menarik simpatik pada orang-orang yang memusuhi dia sebelumnya.

Di JIL justru sebaliknya orang-orang yang semula simpatik malah berubah menjadi tidak simpatik. Cak Nur tampaknya memiliki—memakai istilah Toqueville—habits of the mind dan habits of the heart; pikiran dan hatinya sangat santun. Karena itu bisa dipahami jika Cak Nur itu sensitif terhadap perasaan ummat; suatu sikap yang sama sekali tak muncul dari tubuh JIL.

Dengan demikian, gagasan-gagasan Cak Nur agaknya lebih relevan dan punya masa depan. Sebaliknya, JIL selama berwajah rigid, kaku, egois, dan terperangkap ke dalam “fundamentalisme liberal” akan sulit hidup.

***

I found this essay in Gatra. The titled is Cak Nur Bukan Jaringan Islam Liberal, by M. Deden Ridwan. This columnist is working on a book entitled Cak Nur Bukan JIL. For I was "raised" by Cak Nur and had found how ridiculous Luthfi Asyyaukani (one of JIL's "cleric") while arguing his support on rice import, I proudly display this writing in my blog. as I remember, Luthfi was drinking a beer while we discussed about religion and politic. yes, he's a drunken ulama.. :)

Tuesday, November 27, 2007

why should I care..*

Was there something more I could have done?
Or was I not meant to be the one?
Where's the life I thought we would share?
And should I care?

And will someone else get more of you?
Will she go to sleep more sure of you?
Will she wake up knowing you're still there?
And why should I care?

There's always one to turn and walk away
And one who just wants to stay
But who said that love is always fair?
And why should I care?

Should I leave you alone here in the dark?
Holding my broken heart
While a promise still hangs in the air
Why should I care?

---

Dear all, do you agree to what Diana Krall's said: "Should I leave you alone here in the dark, .. while a promise still hangs in the air?"

Friday, July 13, 2007

unforgettable month o my life

A week after I realize that I have spent a month with her, I recognize that this is what my heart want to say.

I will try to "fix" you, and learn not to stop fixing my world, my life.


-----------------


Coldplay Lyrics

Tuesday, June 12, 2007

wasiat ka(kek)

untuk kawan-kawan terbaikku: ikram, udin, aji, toni, dan lain-lain terutama... zen.

hayatilah pesan ini:













***

huahahahahahahhaha...!!!

Monday, May 14, 2007

dad

“...Moga-moga jiwamu tetep sehat... assalaamualaikum..”

(19:24)

***

I looked at the display of my cell phone, checking the time record of our conversation. For a.. minute and sixteen seconds I sense the feeling of having a dad.

Thanks, Sir. But.. it's just.. dunno... just.. take care, please..

Friday, May 04, 2007

space dye vest



Falling through pages of Martens on angels
Feeling my heart pull west
I saw the future dressed as a stranger
love in a space-dye vest

Love is an act of blood and I'm bleeding
a pool in the shape of a heart
Beauty projection in the reflection
Always the worst way to start

"But he's the sort who can't know
anyone intimately, least of all a woman.
He doesn't know what a woman is.
He wants you for a possession, something to look at
like a painting or an ivory box.
Something to own and to display. He doesn't want
you to be real, or to think or to live.
He doesn't love you, but I love you.
I want you to have your own thoughts and ideas and
feelings, even when I hold you in my arms.
It's our last chance... It's our last chance..."


Now that you're gone I'm trying to take it
Learning to swallow the rage
Found a new girl I think we can make it
as long as she stays on the page

This is not how I want it to end
And I'll never be open again

"...I was gonna move out...ummm...get,
get a job, get my own place, ummm,
but... I go into the mall where I
want to work and they tell me, I'm,
I was too young..."

"Some people, gave advice before,
about facing the facts, about
facing reality. And this is, this
without a doubt, is his biggest
challenge ever. He's going to have to face it.
You're gonna have to try, he's gonna to have to try
and, uh, and, and, and get some help here.
I mean no one can say they know how he feels."

"That, so they say that, in ya know
like, Houston or something, you'd
say it's a hundred and eighty degrees,
but it's a dry heat.
In Houston they say that?
Oh, maybe not. I'm all mixed up.
Dry until they hit the swimming pool."


There's no one to take my blame
if they wanted to
There's nothing to keep me sane
and it's all the same to you
There's nowhere to set my aim
so I'm everywhere
Never come near me again
do you really think I need you

I'll never be open again,
I could never be open again.
I'll never be open again,
I could never be open again.

And I'll smile and I'll learn to pretend
And I'll never be open again
And I'll have no more dreams to defend
And I'll never be open again

***

The last best work of Kevin Moore (Dreamtheaters' keyboardist), before leaving that progressive-metal-band. It is said that Kevin wrote this song after seeing a picture of a girl who presents a big dye vest (space-dye vest) in some catalogue, reminding about his girl who left him.

I can feel the agony soaring from the tone..

Tuesday, April 17, 2007

the diary of jane




*inspired by winda's posts when facing a lack of ideas situation) XD

Sunday, February 18, 2007

tampilan baru

Aku suka sekali dengan tampilan baru blog yang sekarang. Begitu sederhana, teduh, tak banyak menampilkan warna-warni yang mencolok, tapi juga tak terkesan terlalu serius. Ada sedikit sentuhan Luis Vuitton-nya lagi. That suits me..!!!

Sepanjang sejarah nge-blog yang kumiliki, aku mendesain blog sendiri hanya sekali. Sebelumnya ya salin-pindah dari template blogger. Karena itu, sesuai kata Bung Karno, Jasmerah (Jangan sekali-kali melupakan blog parah.. hehe...), aku simpan tampilan blog bikinanku sendiri di bawah ini.





















Thank u so much, girl. I owe u one. Sebagai gantinya entar kuajari cara nulis berita harian, mau?? Hehe... Pokoknya thanks berat ya, u're great!!!

I really have to learn how to make a fine work like my blog lay out now. Setahun nongkrong di STMIK Provisi kayanya tak meninggalkan bekas apapun ke diriku... payah banget gw... T_T

Tuesday, February 13, 2007

the changing

I'm not a spontaneous person, I must say. I always be defeated in mocking game. My biggest fight usually a word, “Setan!” And I’m finished. But thank God, I have a strong mind and mental, that I can take them easy. Life is harmony, right? hehe...

HERRY : “Suddenly I remember the flower of Lamtoro Gung...”
ME : “Yeah, whatever.”

ERNA : “You are so late finding ur hairstyle? Why don’t u cut ur hair like that months before?"
ME : “It’s not me who found this style. It’s the capster. He... but thanks.”

APRIL : “Oh My God! What happened to you? Shocked by electricity?”
ME : “Hehe..”

MUNIR : “Have u been caught by Satpol PP [Satuan Polisi Pamong Praja] for kissing in public area, and got ur hair shaved?
ME : “Damn u..!”

HANNA : “Fido Dido!”
ME : “Grrrmppffffhhh...”

FAHMI : “Well... well.. reborn! New laptop, now handphone, and now new hairstyle..”
ME : “Knock it off.”

WISNU : “Baim [ex vocalist of Ada Band]...!!!!”
ME : “Yeah, right!”

LISA : “Woww... u look seven years younger. I think u’ll look much younger if u’re bald.”
ME : “Gee.. thanks, but no thanks..”

ARIF [The vice of editor in chief] : “Arif, u need more gell for ur hair, not glue...”
ME : “Oh... not even u, Sir..”

BERLI : “That’s not short enough. Make it shorter. But you look more handsome after all..”
ME : “[At last...] thanks Berli.”

***

And the critique attacked me, as usually happened to other celebrity (",), for I made this big decision.



***FRIDAY NIGHT***
(in my bed room)




***SATURDAY MORNING***
(in the barbershop)


***SUNDAY AFTERNOON***
(in the office)
***

So, what do you think, people? plz.. be objective.. XD

Saturday, November 04, 2006

aubrey

And Aubrey was her name,
A not so very ordinary girl or name.
But who's to blame?
For a love that wouldn't bloom,
For the hearts that never played in tune.
Like a lovely melody that everyone can sing,
Take away the words that rhyme it doesn't mean a thing.

And Aubrey was her name.
We tripped the light and danced together to the moon,
But where was June?
No it never came around.
If it did it never made a sound.
Maybe I was absent or was listening to fast,
Catching all the words, but then the meaning going past,

But God I miss the girl,
And I'd go a thousand times around the world just to be
Closer to her than to me.

And Aubrey was her name.
I never knew her, but I loved her just the same.
I loved her name.
Wish that I had found the way
And the reasons that would make her stay.
I have learned to lead a life apart from all the rest.
If I can't have the one I want, I'll do without the best.

But how I miss the girl
And I'd go a million times around the world just to say
She had been mine for a day.


November, 9th 2006
For the 7 months I had with her... and the next seconds I will or won't have with her... let's just wake up and smell the coffe, Bread.

Thursday, March 30, 2006

politic is...

A Boy asked his dad: "Dad, what's politics?"

His Dad gave it a thought and said. "Take our home for example: our home is like a country, your mom is like the government as she takes care of the home; I'm the capitalist as I bring money home, the maid's poor so she works for our home and your baby brother is the future."

"Thanks dad!" With that the boy slept peacefully untill a crash of thunder woke him. Feeling scared, he ran to his maid's room and saw his father "busy" with the maid. So he ran to his parents' room and found his mom sleeping.

Not wanting to wake her up, he walked back to his room, passing his wailing brother who has soiled his diapers, and covered himself under the blanket.

The next morning his dad greeted him, "Son, have you understood what politics is all about?"

The boy replies. "Yes dad. The capitalist screws the poor, the government is sleeping and the future is full of shit."


Someone named zarkasy husein in a financial mailing list, send this post. It is funny, and the message sounds so close to the reality!!!

Subscribe to: Posts (Atom)